jogyahangout

Just another Blogdetik.com weblog

jogyahangout header image 1

PASAR SENI GABUSAN

Januari 31st, 2010 · Tak Berkategori

Pasar Seni Gabusan terletak di Jalan Parangtritis km 9 kabupaten Bantul. Letak yang strategis membuat para wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk berkunjung pasar kerajinan tersebut. Selain itu Pasar Gabusan juga dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti tempat jajan, toilet umum, serta akses teknologi informasi yang memudahkan para pengunjung utuk mencari berbagai kerajinan yang dibutuhkan sesuai dengan yang diharapkannya.

Awal mulanya Pasar Gabusan dibangun untuk membuka akses pengrajin ke pasar internasional. Dan Pasar ini dapat menampung sekitar 444 pengrajin bertaraf internasional yang terbagi dalam 16 los. Kerajinan yang dipamerkan di mulai dari bahan kulit, logam, kayu, tanah liat hingga eceng gondok.

Pelebaran jalan diharapkan mampu mengatasi adanya kemacetan saat-saat adanya pameran tiba ( Bantul ekspo ). Depan kawasan Pasar Gabusan memiliki lahan yang cukup luas dan biasanya dijadikan tempat untuk pameran sebagai los-los kerajianan dan sebagainya. Selain itu Anda dapat melihat pemandangan seluruh kawasan Gabusan dari atas menara yang memungkinkan menambah daya tarik Anda untuk segera melihat- lihat kerajinan- kerajinan yang dipamerkan. Berjalan melihat- lihat berbagai kerajinan dan pernak- pernik di los- los tersebut Anda juga dapat bertanya- tanya sekitar kerajian tersebut kapada staf pejaga. Dan kerajianan di Pasar Seni Gabusan memang produksinya dari masyarakat bantul sekitar. Didirikannya Pasar Seni Gabusan juga dimaksudkan agar para pengrajin di Kabupaten Bantul khususnya tetap bertahan dan lebih berkembang serta kreatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Berbagai kerajianan seperti tas kulit, tas dari anyaman rotan, tempat lilin, topeng, guci , dan berbagai kerajinan lain bisa Anda dapatkan dengan harga yang terjangkau pula. Dengan bentuk dan motiv warna yang beraneka ragam serta ke kreatifan mereka, kerajinan pun menjadi sangat menarik untuk dipakai dalam kehidupan sehari- hari atau pun untuk di pajang sebagai pelengkap rumah Anda.

→ No CommentsTags:

Malioboro

Januari 31st, 2010 · Tak Berkategori

Kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan wisata belanja andalan kota Jogja, ini didukung oleh adanya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan tak ketinggalan para pedagang kaki limanya. Untuk pertokoan, pusat perbelanjaan dan rumah makan yang ada sebenarnya sama seperti pusat bisnis dan belanja di kota-kota besar lainnya, yang disemarakan dengan nama-merk besar dan ada juga nama-nama lokal. Barang yang diperdagangkan dari barang import maupun lokal, dari kebutuhan sehari-hari sampai dengan barang elektronika, mebel dan lain sebagainya. Juga menyediakan aneka kerajinan, misal batik, wayang, ayaman, tas dan lain sebagainya. Terdapat pula tempat penukaran mata uang asing, bank, hotel bintang lima hingga tipe melati.

Keramaian dan semaraknya Malioboro juga tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.

→ No CommentsTags:

Pasar Klitikan

Januari 31st, 2010 · Tak Berkategori

Para pedagang di pasar ini menjual bermacam-macam dagangan seperti onderdil kendaraan, peralatan elektronik, alat pertukangan, buku, pakaian, bahkan ponsel pun dijajakan di sini. Tak melulu barang bekas, beberapa diantaranya juga menjual barang “baru”.

Pasar Klitikan Pakuncen mewarnai perekonomian Kota Yogya sejak 11 November 2007, tergolong masih baru. Pasar ini dibangun untuk merelokasi (menata) para pedagang klitikan yang sebelumnya berjualan di trotoar Jalan Mangkubumi, Jalan Asemgede dan Alun-alun Kidul Kraton Yogya.

Dalam proses relokasi ke Pasar Klitikan ini, para pedagang yang sebelumnya berjualan di ketiga lokasi tersebut sempat khawatir bila nantinya akan sepi pengunjung. Namun, bisnis barang klitikan memiliki konsumen yang loyal, meski lokasi berpindah pengunjung tetap berdatangan setiap harinya dari pagi hingga sekitar pukul 21.00 malam

→ No CommentsTags: